Tampilkan postingan dengan label sebuah kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebuah kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Pesan

Pada suatu hari, anak - anak murid SMP kelas 7A sedang belajar di dalam kelas bersama dengan seorang guru. Disela - sela waktu pelajaran, ibu guru tersebut memberikan sebuah pertanyaan kepada murid - muridnya yang berbunyi 

"jika suatu hari kita berjalan - jalan ke suatu tempat, ditengah - tengah perjalanan kalian menemukan sebuah sungai kecil, walaupun sungai tersebut tidak terlalu lebar namun airnya sangat keruh sehingga kalian tidak bisa mengetahui seberapa dalam sungai tersebut, sedangkan satu - satunya jembatan yang ada tepat pada saat kalian berdiri sangat jauh".

Dari cerita ibu guru tadi, apa yang akan kalian lakukan untuk menyeberangi sungai tersebut agar sampai ketempat tujuan dengan selamat?. Pikirkanlah baik - baik jawaban kalian, jangan sembarangan menjawab dan tuliskan jawaban kalian dikertas selembar setelah itu kita akan diskusikan.

Selang beberapa waktu, seisi kelas menjadi sangat ramai, karena masing - masing anak sedang berfikir sambil menuliskan jawabannya.
setelah semuanya selesai menuliskan jawaban kemudian ibu guru mengumulkan kertas tersebut dan dimulailah acara diskusi tersebut.

Dari semua murid kelas 7A yang ada di kelas tersebut, ada empat jawaban yang bisa dikelompokkan, yaitu:
  1. Mengumpulkan tenaga dan keberanian kemudian mengambil ancang - ancang untuk melompati sungai tersebut
  2. Langsung menuruni sungai tersebut dan berenang hingga ketepi seberang sungai tersebut
  3. Mengambil tongkat yang panjang untuk melompati sungai tersebut dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut
  4. Berlari secepat mungkin menuju jempatan untuk melewati sungai tersebut, walaupun lama namun lebih aman 
Setelah mendengar semua jawaban murid - muridnya, ibu guru tersebut merasa senang karena mereka semua mempunyai keinginan, semangat untuk berusaha dan maju dalam menghadapi masalah atau problem yang ada di depan mereka semua.

Diakhir pelajaran ibu guru berpesan kepada murid - muridnya bahwa dalam hidup ini setiap manusia selalu mempunyai masalah yang harus dihadapi, selama kita tidak melarikan diri dari masalah tersebut dan sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi melalui pola pikir dan cara - cara positif serta keberanian untuk menghadapi itu semua tentu hasilnya akan maksimal. Hanya dengan tindakan dan belajar, belajar dan tindakan lagi manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih kesuksesan yang di inginkan.  

   

Jumat, 18 Desember 2009

Masuk Surga dan Masuk Neraka karena Seekor Lalat

Suatu hari saya meminjam buku kepada teman saya, buku tersebut merupakan kumpulan kisah – kisah yang dapat memotivasi mereka yang membacanya. Setelah membaca buku tersebut saya tertarik pada sebuah judul yaitu “masuk surga dan masuk neraka karena seekor lalat”.

Ini adalah kisahnya…
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Lalu Imam Thariq bin Syihab menuturkan sebuah kisah indah, “ ada dua orang melakukan pengembaraan. Suatu hari, mereka memasuki daerah yang didiami oleh sebuah kaum yang menyembah berhala. Kaum itu memiliki berhala yang disembah dan dikeramatkan. Orang yang melewati daerah mereka, harus memberikan korban sebagai sesembahan untuk berhala itu. Jika tidak mau memberikan korban, maka mereka tidak akan dibiarkan keluar dari daerah itu dalam keadaan hidup.
Dua orang itu pun mengalami hal yang sama. Mereka harus memberikan sesembahan pada berhala. Lelaki pertama sangat takut kematian. Karena dia tidak memiliki apa – apa, akhirnya dia menangkap seekor lalat dan memberikannya kepada berhala itu sebagai sesembahan.
Sedangkan lelaki yang kedua, tetap teguh memegang akidahnya. Dia tidak mau berkorban untuk berhala itu, meskipun dengan seekor lalat. Dia memilih untuk taat pada ajaran agamanya, berkorban hanya boleh dilakkukan jika sesuai dengan syariat, yaitu kurban idul adha yang dilakukan ikhlas karena Allah. Sedangkan memberikan sesembahan pada berhala , meskipun hanya dengan seekor lalat adalah perbuatan menyekutukan Allah. Itu adalah dosa paling besar. Akhirnya, dia dibunuh. Dan mati syahid mempertahankan akidahnya dan masuk surga.
Adapun lelaki yang satunya, akhirnya meneruskan perjalanan namun naas, baru berjalan beberapa puluh langkah, di tengah padang pasir dia digigit ular berbisa dan akhirnya mati. Namun, dia mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah). Dia masuk neraka karena menyekutukan Allah, dengan mempersembahkan seekor lalat pada berhala”.

Subhanallah... Begitu besar makna yang terkandung dari kisah tersebut diatas...
Hidup di dunia ini adalah pilihan tergantung dari diri sendiri mo mengambil jalan yang mana…
Terkadang ingin sekali hati ini berjalan kearah yang diridhoi oleh Allah SWT, namun masih saja ada rintangan, ya Allah kuatkanlah hati ini…
Seperti pepatah “semakin besar dan tinggi pohon tersebut semakin banyak angin yang akan menggoyahkannya..” hanya niat yang kuat, rido dari Allah SWT serta semangat untuk mewujudkannya yang akan dapat membuat mimpi menjadi kenyataan... Amin

Kisah di atas di kutip dari buku ketika cinta berbuah surga